UNRAS KAMMI CIREBON

AKSI UNRAS KAMMI CIREBON TUNTUT PEMERINTAHAN JOKOWI

1.km.jpg

4.km.jpg

CIREBON. Elemen Mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Se-Wilayah Cirebon menggelar aksi unjuk rasa memprotes kepemerintahan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, Kamis (26.03).

Aksi unjuk rasa yang tergabung dalam KAMMI dilakukan secara serempak dimana pengunjuk rasa melakukan aksi longmarch dari Kampus Unswagati Jalan Pemuda menuju perempatan Kejaksan Jalan Siliwangi Kota Cirebon. Aksi mahasiswa berunjuk rasa membawa alat peraga berupa kertas karton yang bertuliskan bertulisakan menuntut dan mengultimatum Pemerintahan Jokowi, bendera KAMMI serta kain putih berukuran 3 x 6 meter yang bertuliskan “Selamatkan Indonesia dari Rezim Boneka” (Ultimatum Jokowi) dan juga membawa keranda mayat sebagai simbol matinya demokrasi di Indonesia.

Koordinator aksi, Agus Lutfi mengatakan dengan merosotnya nilai tukar rupiah hingga angka Rp. 13.200,- / Dollar AS merupakan nilai tukar terlemah dalam sejarah reformasi 1998 sehingga membuat pengusaha ekspor akan untung dan merugikan pengusaha dan masyarakat menengah ke bawah. Yang lebih memprihatinkan lagi dengan semakin mahalnya harga-harga sembako karena dipicu kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM, listrik, gas dan pajak.

Hal tersebut dianggap sangat mencekik leher rakyat karena melambungkan harga-harga sembako dan lainnya dengan alih-alih ingin mempertahankan stabilitas ekonomi. Sebagai bentuk keprihatinan pengunjuk rasa menuntut kepada Pemerintah untuk menstabilkan harga sembako, BBM, TDL dan LPG, tegakkan kedaulatan hukum dan wujudkan stabilitas nasional serta tuntaskan pemberantasan korupsi.

Last Updated (Thursday, 26 March 2015 06:24)

 

DIALOG INTERAKTIF

DIALOG INTERKATIF BAHAS FENOMENA PEMBEGALAN

1.RRI.jpg

Begal menjadi topik paling hangat dalam lingkup gangguan kamtibmas dalam akhir-akhir ini, dalam terminologi hukum Indonesia tidak ada istilah begal namun dalam KUHP jenis kejahatan ini diklasifikasikan sebagai pencurian dengan kekerasan (curas) dan pencurian dengan pemberatan (curat). Begal motor masuk dalam klasifikasi curas. Hanya saja, istilah begal yang berasal dari bahasa daerah tertentu menjadi lebih populer sebagai sebutan bagi perampas motor.

Polres Cirebon Kota yang dipimpin Kapolres Cirebon Kota AKBP Dani Kustoni, SH, S.Ik, M.Hum yang diwakili Kasubbag Humas AKP Yana Mulyana, SH melakukan melakukan Dialog Interaktif di Studio I RRI Cirebon Kamis dini hari (26.03) bersama dengan narasumber dari KNPI Kota Cirebon membahas tentang “Fenomena Begal yang meresahkan masyarakat” yang disiarkan secara nasional.

Fenomena pembegalan atau perampasan sesungguhnya sudah lama terjadi, dan dalam perkembangannya pembegalan motor tidak hanya terjadi di wilayah Cirebon saja, melainkan hampir ke semua daerah. Modusnya sama, mengancam akan membunuh pengendara motor bila tidak mau menyerahkan hartanya.

Fenomena begal sesungguhnya tidak bisa dipandang dari sisi keamanan saja. Berbagai analisis menyebutkan, kejahatan lahir dari banyak sebab. Persoalan ekonomi, sosial, pendidikan, dan gaya hidup kerap berkorelasi dengan munculnya kriminalitas. Bila kita lihat sejumlah tersangka yang ditangkap polisi, rata-rata berusia muda, bahkan ada yang berstatus pelajar.

Artinya, fenomena kejahatan mulai bergeser, dari semula pelakunya orang dewasa dan penjahat profesional, kini justru anak-anak muda. Pelaku yang ditangkap mengaku mereka menjambret atau merampas motor, untuk mencari uang buat mabuk, beli HP model terbaru serta hura-hura. Hedonisme (gaya hidup serba mewah) rupanya telah menjerumuskan mereka ke dunia kejahatan. Generasi muda tak mampu menahan gempuran hedonisme.

Begal tidak hanya persoalan kamtibmas, melainkan juga masalah sosial. Pemerintah dan seluruh komponen bangsa ikut bertanggung jawab. Pendidikan di dalam rumah, adalah yang paling penting untuk membentuk karaktek anak di samping pendidikan di sekolah.

Kejahatan bisa dicegah bila semua komponen sama-sama melakukan upaya preventif seperti penyuluhan, atau pendidikan agama dan menanamkan moral yang kuat. Masalah keamanan, adalah tanggungjawab kita bersama.

pidpolrescirebonkota

Last Updated (Thursday, 26 March 2015 03:29)

 

PROGRAM QUICK WINS POLRI

PROGRAM AKSI QUICK WINS

 

DALAM RANGKA MEMBERIKAN PERLINDUNGAN KEPADA MASYARAKAT DARI AKSI-AKSI RADIKAL / ANARKHIS, BAIK BERDALIH AGAMA MAUPUN MASALAH SOSIAL LAINNYA. POLRI AGAR MENYIAPKAN DIRI DAN BERTINDAK LEBIH PROAKTIF DALAM MENGHADAPI TANTANGAN TUGAS GUNA MENINGKATKAN KEPERCAYAAN MASYARAKAT.

MEREALISASIKAN HAL TERSEBUT, SALAH SATU LANGKAH YANG DILAKUKAN POLRI ADALAH MELAKSANAKAN PROGRAM QUICK WINS, DENGAN RENCANA AKSI BAIK DIBIDANG PEMBINAAN MAUPUN OPERASIONAL, ADAPUN PROGRAM TERSEBUT ADALAH SEBAGAI BERIKUT :

1. PENERTIBAN DAN PENEGAKAN HUKUM BAGI ORGANISASI RADIKAL DAN ANTI PANCASILA.

2. PERBURUAN DAN PENANGKAPAN TERHADAP GEMBONG TERORIS SANTOSO DAN JARINGAN TERORIS LAINNYA.

3. AKSI NASIONAL PEMBERSIHAN PREMAN DAN PREMANISME.

4. PEMBENTUKAN DAN PENGEFEKTIFAN SATGAS OPS POLRI KONTRA RADIKAL DAN DERADIKALISASI (ISIS).

5. PEMBERLAKUAN REKRUTMEN TERBUKA UNTUK JABATAN DILINGKUNGAN POLRI (POLRES, POLDA & MABES POLRI).

6. POLISI SEBAGAI PENGGERAK REVOLUSI MENTAL DAN PELOPOR TERTIB SOSIAL DI RUANG PUBLIK.

7. PEMBENTUKAN TIM INTERNAL ANTI KORUPSI (MELIBATKAN UNSUR PUBLIK DAN KPK).

8. CRASH PROGRAM PELAYANAN MASYARAKAT (PELAYANAN BERSIH DARI PERCALOAN).

Last Updated (Wednesday, 25 March 2015 02:21)

 

ANTISIPASI PEREDARAN NARKOBA

ANTISIPASI PEREDARAN NARKOBA, POLRES CIREBON KOTA

LAKUKAN PEMERIKSAAN DI RUTAN KELAS I CIREBON

4._rtn.jpg

2._rtn.jpg

3._rtn.jpg

 

Lemahwungkuk. Maraknya peredaran obat-obatan terlarang (narkotika), Kamis sore (19.03.15) Jajaran Polres Cirebon Kota melakukan pemeriksaan di Rutan Kelas I Cirebon Jl.Benteng No. 1 Kota Cirebon yang dipimpin langsung oleh Kabag Ops Polres Cirebon Kota Kompol Malik AG, SH dengan melibatkan Satuan Fungsi Narkoba, Satuan Fungsi Intelkam, Satuan Fungsi Reskrim, Dokkes dan Satuan Fungsi Sabhara serta anggota Polwan.

Dalam pemeriksaan terhadap para tahanan kedalam kamar-kamar yang dibagi menjadi 5 Tim gabungan dari anggota Polres Cirebon Kota dan petugas Rutan Kelas I Cirebon untuk melakukan pemeriksaan, begitu juga khusus untuk kamar Napi perempuan dilakukan pemeriksaan terhadap Polwan yang juga didampingi petugas Rutan wanita juga.

Kabag Ops Polres Cirebon Kota Kompol Malik AG, SH menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan perintah langsung dari pada pimpinan untuk melakukan pengecekan baik Rutan Polri maupun Rutan yang berada di Wilayah Hukum Polres Cirebon akan peredaran narkoba. Dalam pemeriksaan tersebut juga dilakukan sample tes urine terhadap 2 orang penghuni Rutan dan hasilnya negative. Hasil pemeriksaan dan penggeledahan didalam kamar tahanan terdapat beberapa uang receh, gunting kuku, ikat pinggang (gesper), paralon, korek gas, gelas kaca, obat-obat warung, pisau cukur, silet, sendok stanlestel, namun tidak ditemukan adanya peredaran obat-obatan terlarang (narkoba).

Sementara Ka Rutan Kelas I Cirebon Rochkidam , Bc ,IP,S.Sos M.si menyambut baik dan mengapreasi terhadap surat Kapolres Cirebon Kota untuk melakukan pemeriksaan terhadap peredaran narkoba karena memang suratnya merupakan surat rekomendasai dari Kapolda Jabar. Dijelaskan pula oleh Ka Rutan bahwa di Rutan Kelas I Cirebon terdapat 3 kamar khusus untuk penghuni narkoba dengan jumlah sebanyak 98 orang, sementara untuk perempuan sebanyak 24 orang diantaranya 16 orang napi. Ka Rutan juga berharap kerjasama ini tetap berkelanjutan, berkesinambungan, terprogram, terencana maupun kerjasama dalam hal khususnya penegakan hukum dalam criminal justice system (Sistem Peradilan Pidana) lebih baik lagi.

Pidpolrescirebonkota

Last Updated (Thursday, 19 March 2015 13:52)

 

PENGUNGKAPAN GENG MOTOR XTC

POLRES CIREBON KOTA AMANKAN 12 ANGGOTA XTC

11

3 X

2 X

Cirebon Kota, 18.03.2015. Sebanyak 12 orang anggota XTC Kota Cirebon yang melakukan tindak pidana pencurian dengan kekerasan dan penganiayaan/pengroyokan terhadap anggota Dalmas Polres Cirebon di sekitar area Cirebon Super Blok (CSB) Kota Cirebon saat ini sudah dilakukan penahanan di Mapolres Cirebon Kota.

Kapolres Cirebon Kota AKBP Dani Kustoni, SH, S.Ik. M.Hum yang didampingi Kasat Reskrim AKP Hidayatullah, S.Ik dan Kasubag Humas AKP H. Yana Mulyana, SH menjelaskan bahwa kejadian pencurian dengan kekerasan dan penganiayaan/pengroyokan yang terjadi pada hari Minggu tanggal 15 Maret 2015 yang terjadi dini hari sekitar Pkl.02.00 Wib di sekitar CSB Kota Cirebon yang dilakukan oleh kelompok motor XTC terhadap anggota Polri, para pelaku memukul dan mengeroyok korban M. Andi pada saat korban hendak melerai keribuatan antara kelompok motor XTC dengan GBR dengan mengatakan bahwa dirinya sebagai anggota Polri, namun para tersangka yang sudah lepas kontrol akibat pengaruh minuman keras langsung menganiaya korban sampai tidak berdaya yang kemudian dibawa kesalah tempat keluar dari area CSB dengan menggunakan sepeda motor menuju ke sekertariat XTC di daerah Cangkol Kota Cirebon. Sesampainya di sekertariat XTC yang dianggap cukup sepi, korban dipukuli kembali dengan melucuti pakaian korban dan hanya menggunakan celana dalam.

Pada saat itu anggota Quick Respon Patroli Sabara Polres Cirebon Kota melihat kejadian tersebut dan para tersangka langsung melarikan diri dengan meninggalkan korban dan saat itu juga anggota Patroli langsung memberikan pertolongan dengan membawa korban ke rumah sakit dan melaporkan kejadian tersebut ke SPKT Polres Cirebon Kota dan dari hasil laporan anggota Patroli, saat itu juga jajaran Polres Cirebon Kota langsung melakukan penangkapan terhadap para pelaku dan sampai dengan dengan saat ini jajaran Polres Cirebon Kota sudah berhasil mengamankan 12 orang pelaku dan sudah ditetapkan sebagai tersangaka. Dari 12 orang tersangka terdapat 6 orang tersangka Dewasa diantaranya berinisial SL, MI, RR, AS, MA dan SR. sementara 6 orang tersangka lainnya masih dibawah umur yang masih berstatus pelajar SMP dan SMA dengan inisial CA, YP, YBB, RV, ARS dan RFR. Dari 12 orang tersangka terdapat 2 orang yang dilumpuhkan karena pada saat dilakukan penangkapan pelaku berusaha melarikan diri.

Kapolres juga menambahkan bahwa para pelaku bukan hanya melakukan tindak pidana penganiyaan/pengroyokan saja, namun sekaligus terjerat tindak pidana pencurian dengan kekerasan karena terdapat barang-barang yang hilang yang merupakan milik korban berupa HP Blackberry dan uang sebesar 1 juta rupiah. Polres Cirebon Kota juga memasang Police Line di sekertariat XTC karena merupakan salah satu TKP juga dan dari hasil penggeledahan di sekertariat XTC ditemukan beberapa minuman keras, senjata tajam dan beberapa identitas atas nama organisasi serta mengamankan 8 unit sepeda motor berbagai jenis yang digunakan para pelaku diantaranya 2 unit Motor Honda Beat, Yamaha Jupiter, Yamaha RX King, 2 unit Motor Yamaha Mio, Kawasaki Ninja, Honda Vario.

Terkait aksi kejahatan yang dilakukan oleh kelompok motor tentunya perilaku tersebut sangat tidak baik karena sangat meresahkan masyarakat sehingga dalam hal ini Polres Cirebon Kota akan memaksimalkan proses penyidikan dan tentunya ada penambahan karena memang dilakukan terhadap petugas yang sedang melaksanakan tugas walaupun pada saat itu kegiatannya melerai. Polres Cirebon Kota juga sudah melakukan koordinasi dengan Kesbang Linmas Kota Cirebon tentang organisasi XTC dan meminta kepada Kesbang Linmas tentang status organisasi XTC dan apabila terdaftar di Kesbang Linmas tentunya untuk membubarkan organisasi tersebut karena sudah keterlaluan dan sangat meresahkan masyarakat.

Pidpolrescirebonkota

Last Updated (Thursday, 19 March 2015 03:48)

 

KAPOLRES CIREBON KOTA

AKBP DANI KUSTONI, SH.SIk.MHum
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini185
mod_vvisit_counterKemarin279
mod_vvisit_counterMinggu Ini1216
mod_vvisit_counterMinggu Lalu3048
mod_vvisit_counterBulan Ini10095
mod_vvisit_counterBulan Lalu17123
mod_vvisit_counterSemua Hari230479